ANARKISME MAHASISWA

Posted: Oktober 31, 2011 in Anarkisme mahasiswa, Sosial

Beberapa waktu silam sampai sekarang, banyak diantara mahasiswa yang anarkis dalam demonstrasi atau unjuk rasa. Tidak sedikit dari mahasiswa yang melakukan kekerasan dalam demonstrasi atau unjuk rasa. Dalam hal ini, media mengambil kesempatan untuk pemberitaan lewat media massa. Sehingga citra mahasiswa dihadapan masyarakat pun terlihat kurang baik. Tak jarang berita di media menyimpang dari isu yang diusung mahasiswa. Jadilah pemberitaan media sebatas menampilkan peristiwa, bukan isu yang menjadi kesenjangan antara fakta dan idealitas.

Mahasiswa sebenarnya sudah berupaya persuasif, semacam dialog, negosiasi dan kompromi, tetapi tak diindahkan dosen. Di sisi lain, kebijakan skorsing mahasiswa yang diterapkan dosen dan birokrat kampus dianggap bagian dari intervensi dam ancaman atas kebebasan mahasiswa untuk berlembaga.

Besarnya kekecewaan mahasiswa atas sikap dosen dan birokrat kampus yang dianggap tak responsif terhadap aspirasi mahasiswa mendorong mereka melakukan demonstrasi, yang berakhir dengan tindak anarkisme. Jadi, apa yang diekspresikan mahasiswa dalam demonstrasi merupakan upaya merebut kembali hak dasar mereka sebagai mahasiswa. Sesuatu yang tak bisa diperoleh mahasiswa dengan cara etis. Aksi mahasiswa itu bisa menjadi ”cermin” perjuangan hak dan aspirasi rakyat yang selama ini tak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Mahasiswa biasanya sudah berjuang secara etis, tetapi metode dialog dan negosiasi selalu tak membuahkan hasil. Malah, pemerintah di level provinsi ataupun pusat sering mengabaikan suara mereka. Oleh karena itu, pendekatan lewat sikap keras dilakukan untuk menekan perilaku dan kebijakan pemerintah yang tak berpihak kepada rakyat.

Pada titik itulah anarkisme mahasiswa mendapat legitimasi untuk mendorong pemerintah agar tanggap menuntaskan persoalan bangsa yang begitu akut. Maraknya kasus hukum, seperti korupsi, mafia kasus, serta penyelewengan pejabat negara terhadap tugas dan tanggung jawabnya selaku abdi bangsa, kian menambah kekesalan serta frustrasi mahasiswa pada kinerja pemerintahan.

Jika pemerintah ingin memajukan bangsa, maka jangan anggap tindakan mahasiswa sebagai tindak kekerasan yang negatif. Akan teteapi pemerintah harus menanggapinya dengan tindakan positif dengan kerja lebih baik demi memajukan bangsa dan memenuhi kepentingan masyarakat. Karena tindak anarkis mahasiswa tidaklah selalu bernilai negatif, tetapi dibalik semua itu adalah sebuah perjuangan untuk memajukan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s