KENAKALAN REMAJA

Posted: Oktober 10, 2011 in Kenakalan remaja, Sosial

Kenakalan remaja merupakan sebuah perilaku yang menyimpang dari norma-norma, seperti norma hukum, norma masyarakat, yang dilakukan oleh remaja. Perilaku  tersebut tentu akan merugikan dirinya sendiri bahkan orang lain disekitarnya.

Sesuai pendapat para ahli, bahwa seorang remaja adalah mereka yang berumur 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak akan tetapi belum bisa dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi yaitu  masa yang masih labil.

Perhatian masyarakat mulai tertuju pada masalah kenakalan remaja secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illionis, Amerika Serikat.

Diantara jenis-jenis kenakalan remaja adalah :

  • Penyalahgunaan  narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antara remaja

Dan diantara penyebab terjadinya kenakalan remaja terbagi dalam dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah :

  • Krisis identitas

Yaitu perubahan biologis dan sosiologis pada diri renaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja dapat terjadi akibat kegagalan dalam mencapai integrasi kedua.

  • Kontrol diri yang lemah

Yaitu remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitu juga bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

 

Faktor eksternal :

  • Keluarga

Disebabkan oleh perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.

  • Teman sebaya yang kurang baik.
  • Komunitas/libgkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Beberapa hal untuk bisa mengatasi kenakalan remaja diantaranya :

  • Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah dengan  prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan banyak figur baik yang bisa melampaui masa remajanya dengan baik.
  • Motivasi dari keluarga, teman sebaya, guru untuk menjadi lebih baik.
  • Kemauan orang tua untuk menciptakan lingkungan keluarga yang baik.
  • Remaja harus bisa memilih teman dan lingkungan yang baik.
  • Remaja harus membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s